Kamis, 22 Oktober 2015

Sabtu, 17 Oktober 2015

Syair Doa Abu Nawas – Al I’tiraf (Sebuah Pengakuan)_Jeh""""""""Arsiiiiifff""""""""Jeh_

Lukisan Abu NawasAbu Nawas adalah pujangga Arab dan merupakan salah satu penyair terbesar sastra Arab klasik. Penyair ulung sekaligus tokoh sufi ini mempunyai nama lengkap Abu Ali Al Hasan bin Hani Al Hakami dan hidup pada zaman Khalifah Harun Al-Rasyid di Baghdad (806-814 M). Oleh masyarakat luas Abu Nawas dikenal terutama karena kecerdasan dan kecerdikan dalam melontarkan kata-kata, sehingga banyak lahir anekdot jenaka yang sarat dengan hikmah.
Berikut ini salah satu karya besarnya sebagai seorang penyair: Al-I’tiraaf – Sebuah pengakuan.

ِإِلهِي لََسْتُ لِلْفِرْدَوْسِ أَهْلاَ# وَلاَ أَقوى عَلَى النّارِ الجَحِيم
Ilaahii lastu lil firdausi ahlaan wa laa aqwaa ‘alaa naaril jahiimi
Wahai Tuhanku ! Aku bukanlah ahli surga, tapi aku tidak kuat dalam neraka Jahim

فهَبْ لِي تَوْبَةً وَاغْفِرْ ذنوبِي # فَإنّكَ غَافِرُ الذنْبِ العَظِيْم
Fa hablii taubatan waghfir zunuubii fa innaka ghaafirudzdzambil ‘azhiimi
Maka berilah aku taubat (ampunan) dan ampunilah dosaku, sesungguhnya engkau Maha Pengampun dosa yang besar

ذنوبِي مِثلُ أَعْدَادٍ الرّمَالِ # فَهَبْ لِي تَوْبَةً يَاذَاالجَلاَل
Dzunuubii mitslu a’daadir rimaali fa hablii taubatan yaa dzaaljalaali
Dosaku bagaikan bilangan pasir, maka berilah aku taubat wahai Tuhanku yang memiliki keagungan

وَعُمْرِي نَاقِصٌ فِي كُلِّ يَوْمٍ # وَذنْبِي زَائِدٌ كَيفَ احْتِمَالِي
Wa ‘umrii naaqishun fii kulli yaumi wa dzambii zaa-idun kaifah timaali
Umurku ini setiap hari berkurang, sedang dosaku selalu bertambah, bagaimana aku menanggungnya

َإلهي عَبْدُكَ العَاصِي أَتَاكَ # مُقِرًّا بِالذنوبِ وَقَدْ دَعَاك
Ilaahii ‘abdukal ‘aashii ataaka muqirran bidzdzunuubi wa qad da’aaka
Wahai, Tuhanku ! Hamba Mu yang berbuat dosa telah datang kepada Mu dengan mengakui segala dosa, dan telah memohon kepada Mu

َفَإِنْ تَغْفِرْ فَأنْتَ لِذاك أَهْلٌ # فَإنْ تَطْرُدْ فَمَنْ نَرْجُو سِوَاك
Fa in taghfir fa anta lidzaaka ahlun wa in tathrud faman narjuu siwaaka
Maka jika engkau mengampuni, maka Engkaulah yang berhak mengampuni. Jika Engkau menolak, kepada siapakah lagi aku mengharap selain kepada Engkau?






 Jeh""""""""Arsiiiiifff""""""""Jeh

 7(tujuh) Anak Iblis
  1. ASAL-USUL HAJAR ASWAD
  2. BEBAS DARI PENJARA DUNIA
  3. BENING HATI
  4. Buat Komentar Iseng Tapi Keren di FACEBOOK
  5. CARA RASULULLAH SAW MAKAN
  6. Cara Memutihkan Gigi Secara Cepat
  7. Cara Mengetik Cepat Pada Keyboard Komputer
  8. Cara Mudah Melawan Nyeri Punggung Akibat Kebanyakan Duduk
  9. Cara Setting Remot Universal TV(MULTI)
  10. Fungsi Tombol Shift di Keyboard
  11. Gadget High End Paling Diharapkan di 2012
  12. Group Hacker Anonymous Hack Data Curi Data Milik Apple, Microsoft dan Pemerintah AS
  13. HAKIKAT SYUKUR
  14. Jadwal Lengkap Piala EURO 2012 Live RCTI
  15. Jalan Sufi Gusdur
  16. KHABAB Bin ARATS. Penderitaan di Dunia,Di Ganti Surga di Akhirat
  17. Kenali TiPe-tipe Ortu
  18. Kisah SAYYIDAH NAFISAH
  19. Kode Remote Universal dan Merk Televisi
  20. MAKSIAT KARENA ILMU
  21. MANFAAT AIR PUTIH
  22. Maulana Jalaluddin Rumi
  23. Membuat Suara dengan Notepad
  24. Meneer Belanda Pengungkap Misteri Tan Malaka
  25. Mengenal Default Shortcut Komputer dengan Keyboard pada Windows
  26. Microsoft-Nokia VS Apple-Google
  27. NU dan Pandangannya Terhadap Aliran Sy’iah
  28. Nama-Nama Rasulallah SAW.
  29. Nokia Ganti Nama OS Symbian Belle Menjadi Nokia Belle
  30. Pembagian Waris Lelaki dan Wanita Di Samakan...? Tidak Masalah
  31. Peneliti Jepang Klaim Ciptakan Robot yang Dapat Berpikir & Bertindak Seperti Manusia
  32. Perhatian Ibu Mengubah Otak Anak
  33. Persahabatan?
  34. Photo Viewer Facebook kian Menarik
  35. Sayyidina al-Khaidir di Mata Kaum Sufi
  36. Sejarah Singkat Khulafa’ur Rasyidin
  37. Shuhaib bin Sinan
  38. Syiah Menurut Majelis Ulama Indonesia (MUI)
  39. Tanda-tanda Orang Kekurangan Zat Besi
  40. Tempe Baik Untuk Jantung
  41. Tulisan atau simbol unik Black Berry
  42. Tulisan atau simbol unik BlackBerry
Humor
  1. Abu Nawas Melawan Arus
  2. Abu Nawas dan Pengemis yang Kedinginan
  3. Buat Komentar Iseng Tapi Keren di FACEBOOK
  4. Kisah Abu Nawas melarang ruku dan sujud
  5. Membayar Nadzar Hewan yang Memiliki Tanduk Satu Jengkal Kaki Manusia
Religi
  1. ( MUHASABAH ) KEBAHAGIAAN YANG KITA KEJAR - Terbaru !!
  2. 100 Hadis Nabi Saw
  3. 7(tujuh) Anak Iblis
  4. ASAL-USUL HAJAR ASWAD
  5. Abdurrahman Al-Ghafiqi (Panglima Perang di Balath Syuhada) - Terbaru !!
  6. Abu Al Aswad Ad Du’ali
  7. Abu Dzar Al-Ghifari ( Sosok Pejuang Sendirian )
  8. Abu Hanifah an-Nu’man (Peristiwa peristiwa Menakjubkan Dalam Hidupnya)
  9. Abu Hurairah ra- Otaknya Gudang Pengetahuan
  10. Ahnaf bin Qais, Pemimpin Bani Tamim
  11. Al Qosim bin Muhammad radhiallahu 'anhu
  12. Aqidah Ahlussunnah Wal Jama'ah dan Prinsip - Prinsipnya
  13. Asma'ul Husna dan Fadhilahnya
  14. BEBAS DARI PENJARA DUNIA
  15. BENING HATI
  16. BERDOSA DAN GAK BERIMAN, KOK MALAH KAYA..? - Terbaru !!
  17. CARA RASULULLAH SAW MAKAN
  18. Derita Sakaratul Maut Karana Mengutamakan Isteri dari pada Ibu
  19. HAKIKAT SYUKUR
  20. Hakikat Istighatsah dan Tawassul
  21. Hanzhalah bin Abu Amir : Ku Tinggalkan Bulan Madu, Tuk Meraih Syahid
  22. Ikrimah Bin Abu Jahal (Sahabat Nabi)
  23. Iman Akan lurus Bila Hati Dan Lidah Lurus
  24. KHABAB Bin ARATS. Penderitaan di Dunia,Di Ganti Surga di Akhirat
  25. Kedermawanan Rasulullah SAW dengan Bersedekah
  26. Ketulusan Hati Abu Ayyub Sang Sahabat Rasulullah
  27. Kisah 11 Orang Wanita dan Tentang Suami Mereka
  28. Kisah SAYYIDAH NAFISAH
  29. Kisah Shafiyyah binti Abi Ubaid Rah.a
  30. Kisah indah Ibnu Hajar dengan Seorang Yahudi
  31. Kisah “LAILATUL QADAR” - Terbaru !!
  32. MAKSIAT KARENA ILMU
  33. Maulana Jalaluddin Rumi
  34. Menjadi Muslim yang Disiplin
  35. NU dan Pandangannya Terhadap Aliran Sy’iah
  36. Nama-Nama Rasulallah SAW.
  37. Rufai’ bin Mihraan (Abu Al-‘Aliyah) - Terbaru !!
  38. Sayyidina al-Khaidir di Mata Kaum Sufi
  39. Sejarah Singkat Khulafa’ur Rasyidin
  40. Senjata Terbaik Melawan Dan Mengusir Setan
  41. Shuhaib bin Sinan
  42. Surat Yasin Dan Fadilahnya
  43. Syaikh Abdullah bin Muhammad bin Humaid (Seorang Ulama yang Buta Sejak Kecil) - Terbaru !!
  44. Syaikh Bin Baz rahimahullah dan Seorang Pencuri
  45. Syiah Menurut Majelis Ulama Indonesia (MUI)
  46. TANDA - TANDA IKHLAS - Terbaru !!
  47. Tarikh(sejarah) Imam Syafi'i
  48. Thawus bin Kaisan, Tabi’in Senior dari Yaman
  49. Tokoh Tabi’in: Raja’ bin Haiwah - Terbaru !!
  50. Tsabit al-Bunani, (Shalat dalam kuburnya.)
  51. Umamah Binti Abil ‘Ash radhiyallahu ‘anha
  52. Umar bin Abdul Aziz (Tiga Peristiwa Penting Bersama Beliau)
  53. Uwais Al-Qarni,Menjadi Sebutan Penduduk Langit
Tutorial
  1. Cara Memutihkan Gigi Secara Cepat
  2. Cara Mengetik Cepat Pada Keyboard Komputer
  3. Cara Setting Remot Universal TV(MULTI)
  4. Cara Upgrade OS BlackBerry
  5. Download IDM 6.07 Full Version + Patch
  6. Fungsi Tombol Shift di Keyboard
  7. HJSplit Dan Tutorial Menggunakanya
  8. Membuat Suara dengan Notepad
  9. Tips Mengatasi Flashdisk Yang Tidak Bisa di Format
  10. Update Bios
software
  1. Download IDM 6.07 Full Version + Patch
  2. GAME Chess 3D
  3. HJSplit Dan Tutorial Menggunakanya
  4. TNod-1.4.1.0-Final
  5. TerraCopy_2.
  6. Tips Mengatasi Flashdisk Yang Tidak Bisa di Format
  7. USB Disk Security v6.0.0.126.full + Crack
  8. UltraISO Premium Edition 9.5.0.2800 Full Version With Serial
  9. WinRar4.01 + CrackKeygen Full.rar
  10. game pikachu (Asah Ketelitian & Kecepatan )

Kisah Abu Nawas melarang ruku dan sujud

Syahdan, Khalifah Harun al-Rasyid marah besar pada sahibnya yang karib dan setia, yaitu Abu Nawas. Ia ingin menghukum mati Abu Nawas setelah menerima laporan bahwa Abu Nawas mengeluarkan fatwa: tidak mau ruku’ dan sujud dalam salat. Lebih lagi, Harun al-Rasyid mendengar Abu Nawas berkata bahwa ia khalifah yang suka fitnah! Menurut pembantu-pembantu-nya, Abu Nawas telah layak dipancung karena melanggar- syariat Islam dan menyebar fitnah. Khalifah mulai terpancing. Tapi untung ada seorang pembantunya yang memberi saran, hendaknya Khalifah melakukan tabayun (konfirmasi) dulu pada Abu Nawas.

Abu Nawas pun digeret menghadap Khalifah. Kini, ia menjadi pesakitan. ”Hai Abu Nawas, benar kamu berpendapat tidak ruku’ dan sujud dalam salat?” tanya Khalifah dengan keras.

Abu Nawas menjawab dengan tenang, ”Benar, Saudaraku.”

Khalifah kembali bertanya dengan nada suara yang lebih tinggi, ”Benar kamu berkata kepada masyarakat bahwa aku, Harun al-Rasyid, adalah seorang khalifah yang suka fitnah?”

Abu Nawas menjawab, ”Benar, Saudara-ku.”

Khalifah berteriak dengan suara menggelegar, ”Kamu memang pantas dihukum mati, karena melanggar syariat Islam dan menebarkan fitnah tentang khalifah!”

Abu Nawas tersenyum seraya berkata-, ”Saudaraku, memang aku tidak menolak bahwa aku telah mengeluarkan dua pendapat tadi, tapi sepertinya kabar yang sampai padamu tidak lengkap, kata-kataku dipelintir, dijagal, seolah-olah aku berkata salah.”

Khalifah berkata dengan ketus, ”Apa maksudmu? Ja-ngan membela diri, kau telah mengaku dan mengatakan kabar itu benar adanya.”

Abu Nawas beranjak dari duduknya dan menjelaskan dengan tenang, ”Saudaraku, aku memang berkata ruku’ dan sujud tidak perlu dalam salat, tapi dalam salat apa? Waktu itu aku menjelaskan tata cara salat jenazah yang memang tidak perlu ruku’ dan sujud.”

”Bagaimana soal aku yang suka fitnah?” tanya Khalifah.

Abu Nawas menjawab dengan senyuman, ”Kala itu, aku sedang menjelaskan tafsir ayat 28 Surat Al-Anfal, yang berbunyi ketahuilah bahwa kekayaan dan anak-anakmu hanyalah ujian bagimu. Sebagai seorang khalifah dan seorang ayah, kamu sangat menyukai kekayaan dan anak-anakmu, berarti kamu suka ’fitnah’ (ujian) itu.” Mendengar penjelasan Abu Nawas yang sekaligus kritikan, Khalifah Harun al-Rasyid tertunduk malu, menyesal dan sadar.

Rupanya, kedekatan Abu Nawas dengan Harun alRa-syid menyulut iri dan dengki di antara pembantu-pembantunya. Abu Nawas memanggil Khalifah dengan ”ya akhi” (saudaraku). Hubungan di antara mereka bukan antara tuan dan hamba. Pembantu-pembantu khalifah yang hasud ingin memisahkan hubungan akrab tersebut de-ngan memutarbalikkan berita.

Wasiat Abu Nawas sebelum Wafat

abu-naws.pngWasiat Abu Nawas Seblm beliau wafat prnah berwasiat kepada putranya "wahai anakku! kalau aku meninggal, kafani diriku dengan kain yang sudah lama,lusuh dan sobek2" putranya menjawab "kenapa ayahanda?" beliau menjawab "supaya nanti ketika dalam qubur,malaikt tidak jadi datang untuk menanyaiku krn mlihat kafanku yg sdh rusak...".‪‬ itu prnyataan seorang yang dekat dengan Alloh

Rahmat_Mjeh



 

Jejak Abu Nawas

Alkisah, suatu hari ayah Abu Nawas mengalami sakit yang sangat berat. Raja khawatir, jika ayah Abu Nawas meninggal, maka tidak ada yang bisa menggantikan posisinya sebagai qadhi (pengadil). Dan, kekhawatiran raja akhirnya memang terjadi. Ayah Abu Nawas meninggal dunia.

Raja tidak punya banyak pilihan untuk mencari pengganti ayah Abu Nawas. Ia berpendapat: Pakiban u meunan minyeuk, pakiban ku meunan aneuk (Bagaimana kelapa demikian pula minyaknya, bagaimana ayah maka akan begitu pula anaknya-ed). Karena itu, Raja pun kemudian menetapkan Abu Nawas sebagai calon tunggal untuk menggantikan posisi yang ditinggalkan ayahnya, yang semasa hidupnya menjadi qadhi yang sangat adil, jujur, dan bijaksana.

Akhirnya raja mengutus para prajurit untuk menjemput Abu Nawas di kediamannya untuk dihadapkan kepada raja. Tentu saja untuk dimintai kesediaan Abu Nawas menggantikan ayahnya. Sesampai di istana, ternyata Abu Nawas sudah tidak seperti dulu lagi. Abu Nawas sudah gila.

Melihat kenyataan Abu Nawas yang sudah gila, akhirnya raja membatalkan untuk menyerahkan jabatan qadhi kepadanya. Timbul pertanyaan, apakah benar Abu Nawas gila karena ditinggal ayahnya? Tentu tidak. Semasa masih hidup, ayahnya berpesan, janganlah jadi pemimpin. Karena itulah Abu Nawas berpura-pura gila.

Beranjak dari kisah di atas, terlepas apakah dongeng atau bukan, tentu ada pesan yang dapat kita ambil. Dan kondisi saat ini, hampir semua kita meusenoh-seunoh untuk menjadi pemimpin, termasuk di Aceh yang belakangan disibukkan dengan kegiatan-kegiatan politik menjelang Pilkada.

Inilah fenomena zaman yang sudah berubah. Terkait masalah ini Rasulullah SAW pernah bersabda: “Demi Allah, saya tidak akan menyerahkan suatu jabatan kepada orang yang meminta untuk diangkat dan tidak pula kepada orang yang berharap-harap untuk diangkat.” (HR Bukhari dan Muslim).

Berkaca pada sahabat
Dulu, di zaman sahabat, mereka saling bertolak-tolakan menjadi pemimpin. Dalam sebuah riwayat dijelaskan, Abu Bakar Siddiq yang diminta menggantikan Rasululllah sebagai khalifah, malah mengusulkuan Umar, dengan alasan Umar adalah seorang yang kuat. Tetapi Umar menolak, sebaliknya malah mengusulkan Abu Bakar. Para sahabat memandang jabatan adalah momok yang sangat menakutkan. Mereka berusaha menghindarinya, tentu sebatas kewajaran dan masih mungkin dihindari.

Kenyataan hari ini, orang-orang berlomba-lomba menjadi pemimpin. Dengan dalih, karena panggilan hati, atau karena diminta oleh rakyat. Entah rakyat mana yang memintanya untuk menjadi pemimpin. Inilah basa-basi klasik untuk mengelabui siapa saja, bahwa keinginannya untuk menjadi pemimpin bukan karena ambisi.

Jika ditelaah lebih dalam, penolakan para sahabat didasari atas hadist Rasulullah tentang betapa beratnya menjadi pemimpin. “Setiap kamu adalah pemimpin dan setiap pemimpin akan dimintai pertanggung jawabannya.” Didalam hadis yang lain, sebagaimana disampaikan oleh abu hurairah, “kalian akan berebut untuk mendapatkan kekuasaan. Padahal kekuasaan itu adalah penyesalan di hari Kiamat, nikmat di awal dan pahit di ujung.” (HR Bukhari).

Berdasarkan hadis-hadis yang ada, lebih banyak menggambarkan pahitnya menjadi pemimpin, dibandingkan manisnya. Semoga saja, pada pesta demokrasi yang tidak lama lagi akan digelar, dapat membuka mata dan hati kita untuk memilih pemimpin yang tidak berambisi karena jabatan, melainkan karena amanah dari rakyat, yang berarti titipan dari Allah SWT. Wallahu’alam.

Lomba Mimpi di Bulan Ramadan

Setiap bulan Ramadan, umat islam diwajibkan berpuasa, tak terkecuali Abu Nawas. Abunawas merupakan salah satu orang yang rajin berpuasa meskipun banyak teman-temannya yang tidak berpuasa di bulan tersebut.

Bagi temannya yang tidak berpuasa, mereka mencoba mengakali sehingga Abunawas tidak bisa berbuka puasa karenanya. Lewat kecerdikannya, akhirnya Abu Nawas berhasil makan.
Tuh kan Abu Nawas.


Kisahnya.
Pada siang di bulan Ramadan, Abunawas didatangi oleh dua orang temannya yang tidak berpuasa. Mereka bersekongkol untuk ngerjai Abu Nawas.
Tibalah mereka di depan pintu rumah Abu Nawas. Setelah mengucapkan salam, tanpa basa basi lagi mereka mengajak Abu Nawas ngabuburit (mengisi waktu untuk menunggi berbuka puasa.

Sampailah mereka di warung nasi, dan teman-temannya membeli nasi untuk dibungkus. Abu Nawas mengira kalau teman-temannya sangat menghormati orang yang berpuasa meski mereka tidak puasa karena temannya tidak makan di warung tersebut, namun di bawa pulang.

Waktu Berbuka Puasa.
Setelah itu, mereka pergi meninggalkan warung tersebut dan sampailah di rumah salah satu temannya. Begitu tiba berbuka puasa, Abu Nawas berkata,
"Wah, sudah waktunya berbuka."
"Minum saja dulu biar batal puasamu," kata temannya.
Abu Nawas pun segera minum dan selanjutnya menunggu. Teman mereka bilang,
"Silahkan shalat dulu, nanti ketinggalan shalat maghrib," kata salah satu temannya.

Abu Nawas pun kemudian mengambil air wudhu dan menjalankan shalat maghrib. Namun apa yang terjadi, setelah shalat maghrib pun Abu Nawas belum bisa makan nasi karena temannya menyuruh agar mengaji Al Qur'an terlebih dahulu.
"Mengajilah Al Qur'an terlebih dahulu, mumpung perutmu masih kosong. Nanti kalau sudah kenyang kamu mengantuk," kata teman Abu Nawas.

Abu Nawas merasa jengkel, seakan dikerjai oleh teman-temannya. Meski begitu Abu Nawas nurut dan mengaji Al Qur'an.
Setelah mengaji, Abu Nawas malah diajak lomba tidur. Siapa yang mimpinya paling indah maka dia berhak menyantap makanan.
"Abu Nawas, sekarang mari kita lomba tidur, esok pagi siapa yang mimpinya paling indah dia bisa makan makanan ini," kata salah seorang temannya.

Lomba Mimpi Indah.
Abu Nawas mulai sadar kalau dirinya dikerjai teman-temannya.
Lomba tidur tersebut disanggupi oleh Abu Nawas dengan perasaan marah.
Pada esok paginya, mereka bertiga bangun. Salah satu temannya bercerita,
"Aku semalam mimpi indah sekali, mimpi punya mobil mewah, rumah mewah, pesawat pribadi dan punya uang banyak sekali."
"Mimpimu indah, tapi egois sekali," kata teman yang satunya.

Kemudian teman yang satunya lagi mencerikan mimpinya.
"Aku semalam bermimpi bahwa negeriku ini tidak punya hutang, infrastrukturnya bagus sekali, jalan-jalan yang mulus, pelabuhan-pelabuhan lancar, ongkos transportasi murah, rakyat sejahtera hingga aku tidak bertemu orang yang berhak menerima zakat."
"Wah, mimpimu hebat," kata temannya.
"Sekarang coba ceritakan mimpimu wahai Abu Nawas."

Abu Nawas bercerita,
"Mimpiku biasa saja. Semalam aku bermimpi bertemu Nabi Daud as, Nabi yang gemar berpuasa. Beliau berpuasa sehari dan berbuka sehari begitu terus tiap waktu. Kemudian Nabi Daud as bertanya,
"Apakah engkau sudah berbuka wahai Abu Nawas?"
Saya jawab belum, kata Abu Nawas.
Kemudian Nabi Daud as menyuruh aku berbuka puasa dahulu. Kontan saja aku cekatan bangun, mengambil makanan yang sudah kalian belikan."

Mimpi Abu Nawas sangat disesali oelh kedua temannya.
Mereka kalah cerdik dengan akal Abu Nawas.
Niat untuk ngerjai, eh malah dikerjai Abu Nawas.

Kisah Abu Jahal Dicambuk Malaikat

Blog Kisah Abu Nawas muncul lagi dengan kisah lain yang tidak kalah menarik untuk dibaca yaitu Kisah Abu Jahal yang dicambuk oleh Malaikat Kubur.
Abu Jahal mati secara mengenaskan dalam perang Badar Kubro.
Dalam perang itu ia ditaklukkan oleh anak muda.
Setelah dikubur, pemuka Quraisy itu mendapatkan siksaan dari malaikat di alam kubur.

Berikut kisahnya
Dalam sejarah Islam telah dicatat, sahabat Abdurrahman bin Auf menceritakan bahwa ketika ia berada di tengah-tengah Perang Badar Kubro, ia melihat dua anak muda yang gagah berani itu.
Salah satu diantaranya lalu menghampirinya.

"Paman, tunjukkan kepadaku mana Abu Jahal," katanya dengan lantang.
"Anakku, apa yang akan kau perbuat dengannya," tanya Abdurrahman.
"Aku mendengar bahwa ia telah mencela Rasulullah, dan aku pun berjanji kepada Allah seandainya aku melihatnya niscaya aku akan membunuhnya atau aku yang akan mati ditangannya," jawab anak muda itu.

Abu Jahal Kalah dan Mati
Abdurrahman pun dibuat kaget dibuatnya, lalu pemuda yang satunya lagi memeluknya dan mengatakan hal yang sama kepada Abdurrahman.
Seketika itu juga Abdurrahman melihat Abu Jahal berjalan di tengah kerumunan orang.
"Tidakkah kalian lihat? Itulah orang yang kalian tanyakan tadi," tutur Abdurrahman.

Kedua pemuda itupun saling berlomba mengayunkan pedangnya kepada Abu Jahal hingga keduanya berhasil membunuhnya.
Itulah sekelumit kisah kematian Abu Jahal, dan beberapa lamanya diketahui bahwa Abu Jahal tengah mendapatkan siksa kubur.
Kisah yang mengesankan itu diceritakan oleh sahabat Ibnu Umar r.a.

Suasana Kuburan Abu Jahal
Pada suatu hari Ibnu Umar melakukan perjalanan dan melewati daerah bekas Perang Badar Kubro.
Ketika sedang melintas di daerah tersebut, tiba-tiba dari dalam tanah yang ada di hadapannya keluar sesosok manusia dan meminta sesuatu darinya.
"Wahai Abdullah, berilah saya air minum. Saya sangat haus," kata sosok manusia itu beberapa kali.

Ibnu Umar seketika bingung apakah orang tersebut memanggila namanya dengan nama Abdullah (Ibnu Umar atau Abdullah Ibnu Umar), ataukah memanggil nama orang lain.
Karena kebiasaan orang Arab, memanggil nama orang yang tidak dikenal dengan panggilan Abdullah juga.
Tak lama kemudian, di dekat orang yang pertama tadi, bangkit juga dari dalam tanah satu sosok dengan membawa sebuah cambuk.

"Wahai Ibnu Umar, jangan engkau beri orang ini air minum dan jangan dengar ucapannya," katanya.

Dicambuk Malaikat
Lalu sesosok itu mencambuk orang yang pertama bangkit itu hingga orang tersebut kembali masuk ke dalam tanah.
Melihat kejadian itu, Ibnu Umar segera menjumpai Rasulullah SAW dan menceritakan apa yang dialaminya.

Mendengar cerita Ibnu Umar, Rasulullah SAW balik bertanya,
"Benarkah apa yang kamu ceritakan itu tadi wahai Abdullah Ibnu Umar?" tanya Rasulullah SAW.
"Benar ya Rasulallah," jawabnya dengan tegas.

Maka Rasulullah SAW berkata keada Ibnu Umar bahwa orang pertama yang keluar dari dalamtanah itu adalah Abu Jahal yang mati dalam Perang Badar Kubro.
Sedangkan sosok kedua yang keluar dari dalam tanah tersebut adalah seorang malaikat kubur.
Malaikat tersebut menyiksa Abu Jahal karena perbuatan yang dilakukan Abu Jahal semasa hidupnya.
Nauzubillah Min Zalik..