Kamis, 15 Oktober 2015

Susu yang pemalu

abu-nawas.giflalu Kisah Abu Nawas kembali menghiasi dunia blogger Indonesia. Saat hati sedang gundah, sangat cocok membaca kisah-kisah Abunawas yang lucu di blog ini. Nih, selalu ada saja cara Abunawas agar tidak dimarahi oleh Raja Harus Ar Rasyid. Ahaa, selalu ada saja cara Abunawas agar tidak dimarahi Raja Harus Ar Rasyid. Ketika ia kepergok membawa botol berisi arak berwarna merah, sang raja menegurnya, namun Abunawas menyebut isi botol itu adalah air susu yang pemalu. Kisahnya. Kecerdasan Abu Nawas benar- benar menghibur Raja Harun Ar Rasyid. Suatu saat sang raja terlihat murka melihat pekerjaan pengawal kerajaan yang selalu tidak beres. Setelah diselidiki, ternyata para pengawal itu suka mabuk-mabukan. "Wahai pengawalku semua, sudah sering aku peringatkan agar engkau jangan mabuk- mabukan," ujar Raja Harun. Para pengawal kerajaan terlihat begitu gemetar. Mereka tak berani menatap mata rajanya. Kepala mereka tertunduk sebagai pengakuan rasa bersalah. "Ceritakan kepadaku, dari mana kalian mendapatkan arak-arak itu," tanya raja. Raja Harun Murka. Untuk beberapa saat, para pengawal tak mau mengaku juga. Namun, ketika Raja Harun membentak, akhirnya mereka mengaku juga. "Abunawaslah yang membawa arak-arak itu ke istana, kami juga diajari mabuk-mabukan olehnya," ujar salah seorang pengawal. "Jika demikian, cepat bawa Abunawas ke hadapanku, kalau tidak, kalian semua harus menerima hukuman dariku," ujar raja Harun. Keesokan harinya berangkatlah beberapa pengawal kerajaan ke rumah Abu Nawas. Sesampainya di rumah sederhana Abunawas, mereka kemudian memberitahukan maksudnya. "Bawalah botol ini ke hadapan raja dan katakan semua ini atas perintahku," uar salah satu peimpin pengawal itu. "Tunggu dulu, dengan minuman arak ini, aku pasti akan dihukum oleh saja," kata Abunawas. "Benar, tapi jika engkau berhasil lolos dari hukuman raja, aku akan memberimu sejumlah dinar," ucap pengawal itu. "Lalu apa keuntunganmu dengan memberiku sejumlah dinar?" tanya Abunawas. "Jika engkau lolos dari hukuman raja, maka kami semua juga akan lolos. Gunakanlah kecerdasanmu untuk mengelabuhi raja," jawab pengawal itu. Akhirnya Abu Nawas bersedia menerima tugas itu. Dengan memegang sebotol arak berwarna merah, ia menemui Raja Harun. "Wahai Abunawas, apa yang engkau pegang itu?" tanya raja Harun. Susu yang Merah Merona. Dengan gugup Abunawas menjawab, "Ini susu Baginda, rasanya enak sekali," jawab Abunawas sekenanya. "Bagaimana mungkin air susu berwarna merah, biasanya susu kan berwarna putih bersih," kata raja Harun keheranan sambil mengambil botol yang dipegang Abunawas. "Betul Baginda, semula air susu ini berwarna putih bersih, saat melihat Baginda yang gagah rupawan, ia tersipu-sipu malu, dan menjadi merah merona," jawab Abu Nawas yang mencoba mengambil hari raja Harun dengan menyebutnya seorang rupawan. Mendengar jawaban Abunawas, Baginda pun tertawa dan meninggalkannya sambil geleng- gelng kepala. Raja Harun sebenarnya tahu bahwa yang di dalam botol itu adalah arak, namun karena penyampaian Abu Nawas yang membanggakan hati, ia tidak memberikan hukuman kepada Abu Nawas. "Baiklah, untuk kalian semua aku maafkan, akan tetapi jiika kalian ulangi lagi, maka hukumanya akan berlipat ganda," titah sanga Raja. Akhirnya Raja Harun Ar Rasyid juga memberikan ampunan kepada para pengawal. Abu Nawas juga mendapatkan hadiah sejumlah beberapa dinar dari para pengawal, karena telah berhasil melaksanakan misinya.
0

Abunawas menangkap angin

Diposting oleh Tiyang Pekalongan pada 02:55, 24-Des-12
ThumbnailAbu Nawas Menagkap Angin Abu Nawas kaget bukan main ketika seorang utusan Baginda Raja datang ke rumahnya. Ia harus menghadap Baginda secepatnya. Entah permainan apa lagi yang akan dihadapi kali ini. Pikiran Abu Nawas berloncatan ke sana kemari. Setelah tiba di istana, Baginda Raja menyambut Abu Nawas dengan sebuah senyuman. "Akhir-akhir ini aku sering mendapat gangguan perut. Kata tabib pribadiku,... [Baca selengkapnya]
0

Abunawas melawan arus

Diposting oleh Tiyang Pekalongan pada 02:39, 24-Des-12
ThumbnailAbu Nawas orang Persia yang dilahirkan pada tahun 750 M di Ahwaz meninggal pada tahun 819 M di Baghdad. Setelah dewasa ia mengembara ke Bashra dan Kufa. Di sana ia belajar bahasa Arab dan bergaul rapat sekali dengan orang- orang Badui Padang Pasir. Karena pergaulannya itu ia mahir bahasa Arab dan adat istiadat dan kegemaran orang Arab. Ia juga pandai... [Baca selengkapnya]
0

ABUNAWAS KETIPU SANDAL AJAIB

Diposting oleh Tiyang Pekalongan pada 02:16, 24-Des-12
ThumbnailAbu Nawas Ketipu Sandal Ajaib Cerita lucu Abu Nawas. Kampung tempat tinggal Abu Nawas lama kelamaan membuatnya merasa tak nyaman karena saking banyaknya umat Islam yang menumpuk-numpuk harta dengan menghalalkan segala cara. Otomatis hal ini membuat Abu Nawas gusar, karena sebagai seorang ulama, Abu Nawas berfikir bahwa hal itu bertentangan dengan ajaran islam. Untuk menghentikan perbuatan buruk tersebut, Abunawas memutar... [Baca selengkapnya]

Abu nawas melarang rukuk,..?"apa benar"


abu.jpeg dan Sujud dalam Shalat...Hah??? Cerita Lucu Abu Nawas Melarang Rukuk dan Sujud dalam Shalat...Hah??? Khalifah Harun Al-Rasyid marah besar pada sahibnya yang karib dan setia, yaitu Abu Nawas. Ia ingin menghukum mati Abu Nawas setelah menerima laporan bahwa Abu Nawas mengeluarkan fatwa tidak mau rukuk dan sujud dalam salat. Lebih lagi, Harun Al-Rasyid mendengar Abu Nawas mengatakan bahwa dirinya khalifah yang suka fitnah! Menurut pembantu- pembantunya, Abu Nawas layak dipancung karena melanggar syariat Islam dan menyebar fitnah. Khalifah mulai terpancing. Tapi untung ada seorang pembantunya yang memberi saran, hendaknya Khalifah melakukan tabayun (konfirmasi). Abu Nawas pun digeret menghadap Khalifah. Kini, ia menjadi pesakitan. “Hai Abu Nawas, benar kamu berpendapat tidak rukuk dan sujud dalam salat?” tanya Khalifah ketus. Abu Nawas menjawab dengan tenang, ”Benar, Saudaraku.” Khalifah kembali bertanya dengan nada suara yang lebih tinggi, “Benar kamu berkata kepada masyarakat bahwa aku, Harun Al-Rasyid, adalah seorang khalifah yang suka fitnah?” Abu Nawas menjawab, ”Benar, Saudaraku.” Khalifah berteriak dengan suara menggelegar, “Kamu memang pantas dihukum mati, karena melanggar syariat Islam dan menebarkan fitnah tentang khalifah!” Abu Nawas tersenyum seraya berkata, “Saudaraku, memang aku tidak menolak bahwa aku telah mengeluarkan dua pendapat tadi, tapi sepertinya kabar yang sampai padamu tidak lengkap. Kata-kataku dipelintir, dijagal, seolah-olah aku berkata salah.” Khalifah berkata dengan ketus, “Apa maksudmu? Jangan membela diri, kau telah mengaku dan mengatakan kabar itu benar adanya.” Abu Nawas beranjak dari duduknya dan menjelaskan dengan tenang, “Saudaraku, aku memang berkata rukuk dan sujud tidak perlu dalam shalat, tapi dalam salat apa? Waktu itu aku menjelaskan tata cara shalat jenazah yang memang tidak perlu rukuk dan sujud.” “Bagaimana soal aku yang suka fitnah?” tanya Khalifah. Abu Nawas menjawab dengan senyum, “Kalau itu, aku sedang menjelaskan tafsir ayat 28 surat Al-Anfal, yang berbunyi ketahuilah bahwa kekayaan dan anak-anakmu hanyalah ujian bagimu. Sebagai seorang khalifah dan seorang ayah, anda sangat menyukai kekayaan dan anak-anak, berarti anda suka ’fitnah’ (ujian) itu.” Mendengar penjelasan Abu Nawas yang sekaligus kritikan, Khalifah Harun Al-Rasyid tertunduk malu, menyesal dan sadar. Rupanya, kedekatan Abu Nawas dengan Harun Al-Rasyid menyulut iri dan dengki di antara pembantu-pembantunya. Abu Nawas memanggil Khalifah dengan “ya akhi” (saudaraku). Hubungan di antara mereka bukan antara tuan dan hamba. Pembantu-pembantu khalifah yang hasud ingin memisahkan hubungan akrab tersebut dengan memutarbalikkan berita.
0

Abu nawas dan telur unta

Diposting oleh Tiyang Pekalongan pada 01:33, 24-Des-12
ThumbnailABUNAWAS DAN TELUR UNTA Dari banyaknya cerita Abu Nawas, cerita Abu Nawas dan Telur Unta ini tidak kalah menariknya dengan cerita Abu Nawas yang lainnya. Dari judulnya saja udah aneh. Hahaha... Berikut cerita lucunya: Cerita Lucu Abu Nawas Pada suatu ketika Raja Harun Al Rasyid terkena penyakit yang aneh. Semua tubuh Raja Harun Al Rasyid terasa pegal dan kaku,... [Baca selengkapnya]
0

Cerita abu nawas

Diposting oleh Tiyang Pekalongan pada 04:17, 23-Des-12
ThumbnailABU NAWAS Seorang pendeta dan seorang rahib berencana memperdayai Abu Nawas. Rencanapun disusun rapid an mereka segera bertandang kerumah Abu Nawas yang disambut baik oleh yang empunya rumah. “Kami ingin mengajakmu melakukan pengembaraan suci, wahai Abu Nawas. Kami berharap engkau tidak keberatan dan dapat bergabubg bersama kami,” ujar si Rahib sambil melirik pada kawan di sebelahnya. “Dengan senang hati... [Baca selengkapnya]

Tidak ada komentar:

Posting Komentar